Month: June 2019

3 Area Untuk Mengoptimalkan Desain UX dan Contoh

Aturan 80/20 merupakan salah satu prinsip yang sangat sering dipakai dalam bisnis. Ia pun menikmati sejarah yang kaya.

Sekitar tahun 1904, insinyur dan ekonom Italia Vilfredo Pareto memprediksi bahwa sekitar 80% kekayaan di Italia dikuasi oleh 20% dari populasi. Konsep ini dinamakan Prinsip Pareto.

Pada tahun 1941, Joseph Juran, seorang insinyur dan konsultan manajemen, berada pada kegiatan Pareto. Juran berhipotesis bahwa dalam teknik yang serupa dengan kehidupan, akan menjadi penyebab masalah bisnis yang tidak merata.

Juran menerapkan usulan itu pada beberapa projek manajemen kualitasnya, dan dengan cepat menyadari bahwa mayoritas masalah (80%) berasal dari minoritas penyebab (20%). Jadi, aturan 80/20 menjadi unsur dari leksikon perusahaan.

Logika di balik Prinsip Pareto susah untuk diabaikan: hasil yang sangat jauh dapat dijangkau dengan berfokus pada beberapa faktor yang paling berpengaruh. Kebenaran sederhana ini telah menciptakan aturan 80/20 yang relevan dan nyaris setiap bidang kegiatan modern, bahkan desain UX.

Tentu saja, selalu ada masalah kecil dalam mengidentifikasi lokasi kerja mana yang bakal menghasilkan paling banyak keuntungan. Artikel ini akan menyatakan 20% desain UX mana yang sangat sering menghasilkan ROI terbesar.

Alur Kerja Pengguna Anda

Setiap produk atau situs web bakal menampilkan beberapa alur kerja utama, yang merupakan tahapan yang diambil orang untuk menjangkau tujuan mereka.

Katakanlah Anda memerlukan karangan bunga untuk seseorang yang spesial, jadi kita pergi ke e-commerce shop. Anda bisa saja salah satu dari ribuan orang dengan tujuan itu, jadi alur kerja utama website ini bakal menavigasi situs web untuk melihatkan opsi bunga, mempelajari lebih lanjut mengenai opsi, dan lantas memeriksa.

Setiap tahapan dalam proses ialah bagian dari pengalaman pengguna. Dengan meneliti bagaimana orang bergerak melewati setiap tugas, Anda bisa mengoptimalkan desain UX Anda untuk menghilangkan gesekan dan menciptakan seluruh alur kerja lebih mudah.

Itulah rahasia dari desain pengalaman yang sukses: Anda menciptakan sesuatu yang tidak hanya menyenangkan secara estetika, tetapi juga mudah dan memuaskan untuk dilakukan.

Tergantung pada kompleksitas produk Anda, barangkali ada banyak cara orang bakal menggunakannya. Tetapi andai Anda konsentrasi pada beberapa pengalaman kunci tertentu, empiris yang sangat sering dilaksanakan orang, kita akan menjangkau peningkatan yang lebih banyak dalam jumlah keterlibatan.

Pada titik itu, logika bisnis paling mudah. Pikirkan saja situs web e-commerce. Jika alur kerja utama dioptimalkan, maka lebih banyak orang akan melakukan pembelian bunga, yang berarti Anda bakal menghasilkan lebih banyak uang.

Konsep yang sama berlaku untuk software B2B. Semakin sederhana menciptakan dan mengirim email dalam sistem otomasi pemasaran, semakin banyak orang bakal menggunakannya, yang berarti Anda bakal menghasilkan lebih banyak uang.

Onboarding

Untuk perusahaan produk,orientasi ini adalah bagian terpenting dari perjalanan pelanggan. Jika kita tidak dapat melatih orang untuk menggunakan software Anda, maka Anda barangkali tidak akan memiliki banyak pengguna, yang berarti kita tidak akan mempunyai produk yang layak.

Onboarding pada dasarnya merupakan tur petunjuk alur kerja utama software Anda. Dan seperti alur kerja utama, Anda bisa memanfaatkan teknik riset UX seperti pengujian manfaat dan analisis tugas untuk mengoptimalkan bagaimana orientasi kita terstruktur.

Tujuan lengkap dari orientasi ialah membimbing orang untuk suatu momen “aha!” Mereka atau ketika di mana nilai produk kita menjadi paling jelas. Setelah seseorang mempunyai pencerahan itu, mereka bakal lebih sering untuk terus memakai produk Anda, karena hal tersebut menambah nilai untuk kehidupan mereka.

Landing Page

Inilah praktik terbaik yang tidak bakal ketinggalan zaman: andai Anda mengingini ROI yang lebih baik, optimalkan area lokasi konversi terjadi. Dalam urusan itu, landing page ialah juara kelas berat yang tidak perlu dipersoalkan.

Menyempurnakan pengalaman pengguna landing page kita lebih banyak berkaitan dengan konten daripada dengan desain. Tentu, hal tersebut selalu membantu jika page cantik dan gambar-gambarnya menarik, namun kejelasan dan persuasif dari duplikat yang akan menciptakan orang bergerak.

Itulah kenapa sangat penting untuk menciptakan hal pertama yang dilihat orang di laman dan merupakan proposisi nilai yang kuat. Untuk mencatat pertama, kerjakan riset penelitian pelanggan, tentukan apa kendala terbesar audiens Anda, dan lantas tulis janji nilai dengan menggunakan kata-kata pelanggan Anda.

Situs YukPokerOnline Menggunakan Desain UX untuk Meningkatkan User Experience Bagi Para Membernya

Berikut adalah situs yang telah mengusung desain UX dan mengoptimalkan 80/20 di halaman utamanya yaitu https://yukpokeronline.org/. Situs ini telah sukses menerapkan UX secara sistematis dan terstruktur, sehingga memudahkan operasional bagi pemilik dan penggunanya. Sistem Poker Online menuntut pemilik website untuk memaksimalkan performa website mereka setinggi-tingginya. Karena sistem yang bagus dan mudah, situs ini melambung tinggi sejak 3 tahun terakhir dan berkembang menjadi raksasa di bidangnya.

Setelah tajuk utama, Anda butuh mempertimbangkan hierarki perpesanan Anda, atau urutan jenis konten tertentu yang hadir pada halaman.

Lakukan dua hal itu, kemudian uji. Tonton beberapa rekaman video orang yang berinteraksi dengan halaman memakai software seperti Hotjar. Terapkan beberapa software pemetaan klik untuk melihat pesan mana yang sangat menarik. Dan lantas lakukan beberapa pengujian lagi.